Penyebab Penyakit Jantung Koroner
Penyebab penyakit jantung koroner (PJK) adalah penyakit
jantung yang disebabkan penyempitan arteri koroner, mulai dari
terjadinya atersoklerosis (kekakuan arteri) maupun yang sudah terjadi
penimbunan lemak atau plak (plague) pada dinding arteri koroner, baik
disertai gejala klinis atau tanpa gejala sekalipun.
Mereka yang terkena penyebab penyakit jantung koroner ini merasa tertekan (seized) saat berjalan, lebih-lebih jika mendaki atau segera setelah makan, oleh suatu sensasi yang bersifat nyeri dan tak terfokus, yang terjadi di dada dan tampak bisa berakibat fatal (menghentikan hidupnya) jika berlangsung terus menerus atau intensitasnya meningkat. Bila moment penyebabnya menghilang, semua kesulitan itu juga akan ikut menghilang.

Faktor penyebab penyakit jantung koroner dibagi menjadi dua, yaitu yang tidak dapat dimodifikasi (diubah) dan yang dapat dmodifikasi. Yang tidak dapat dimodifikasi antara lain adalah jeis kelamin laki-laki dan usia, Data menunjukkan bahwa laki-laki jauh lebih banyak menderita PJK dibanding perempuan. Perempuan baru banyak menderita PJk setelah menopause, yaitu pada usia diatas 50 tahun. Hal ini disebankan karena hormon esrogen memiliki efek proteksi terhadap terjadinya aterosklerosis di pembuluh darah koroner. Usia juga merupakan faktor resiko yang tidak dapat dimodifikasi. Semakin lanjut usia, semakin tinggi kemungkinan terjadinya PJK.
Mereka yang terkena penyebab penyakit jantung koroner ini merasa tertekan (seized) saat berjalan, lebih-lebih jika mendaki atau segera setelah makan, oleh suatu sensasi yang bersifat nyeri dan tak terfokus, yang terjadi di dada dan tampak bisa berakibat fatal (menghentikan hidupnya) jika berlangsung terus menerus atau intensitasnya meningkat. Bila moment penyebabnya menghilang, semua kesulitan itu juga akan ikut menghilang.
Faktor penyebab penyakit jantung koroner dibagi menjadi dua, yaitu yang tidak dapat dimodifikasi (diubah) dan yang dapat dmodifikasi. Yang tidak dapat dimodifikasi antara lain adalah jeis kelamin laki-laki dan usia, Data menunjukkan bahwa laki-laki jauh lebih banyak menderita PJK dibanding perempuan. Perempuan baru banyak menderita PJk setelah menopause, yaitu pada usia diatas 50 tahun. Hal ini disebankan karena hormon esrogen memiliki efek proteksi terhadap terjadinya aterosklerosis di pembuluh darah koroner. Usia juga merupakan faktor resiko yang tidak dapat dimodifikasi. Semakin lanjut usia, semakin tinggi kemungkinan terjadinya PJK.
